APAKAH DUNIA TRAVELING AKAN KEMBALI NORMAL? Nobody knows. COVID terus bermutasi, peraturan masih gonta-ganti. Omicron, Omisqueen, dan Omigren bersatu menghasilkan travel restrictions dan karantina berhari-hari. Namun keyakinan oppa sama dengan Bill Gates. Akhir dari Pandemi sudah dekat.
Keoptimisan ini bukan kesembronoan. Meskipun terhambat oleh varian baru, yet we're making progress. Miliaran orang telah divaksinasi. Bahkan obat antivirus baru telah disetujui FDA (Molnupiravir - gatesnotes.com). Ke depannya, obat semacam ini akan beredar luas dan COVID menjadi seperti flu biasa.
Dunia tanpa traveling akan lebih berbahaya. Akan banyak orang depresi dan melo. Kerja kerja kerja lalu tipes. Udah jomblo, tau-tau jompo. Jangan sampai ketakutan menghantuimu. Begitu tiba di destinasi impian, kamu akan merasa hepi dan bersyukur. Your heart and soul will thank you.
Namun bukan berarti harus traveling sekarang juga! Karantina 10 hari hanya akan buang-buang waktu dan biaya. Saya percaya tahun depan merupakan saat yang tepat. Don't rush! Your time will come. Don't be scared, you should savor this.
Yang bisa dilakukan sekarang adalah bekerja untuk membiayai perjalananmu nanti. Jangan hura-hura lebih besar dari pemasukan.
It's financial suicide. Looking poor and getting richer is better than looking rich and staying poor.
Swiss memang tempat pelarian yang aduhai. Tempat kapten Lee Jeong Hyeok dan Yoon Se Ri lari dari kenyataan. Live the life the way they want to, not how others want they to live.
Ehm, fokus. Jangan nge-drakor.
Seperti negara Eropa lainnya, winter disini begitu dingin, jarang sekali muncul matahari. Namun hari itu, di akhir Desember, matahari sedikit malu-malu shining.
Lion Monument
 |
| The ten-by-six-metre monument of a sad lion carved in a rock face. It's dedicated to the the Swiss Guards who died in the storming of the Tuileries in Paris in 1792 |
Saat melangkah keluar bus, seketika kesejukan menerpa kulit. Ukiran dinding batu berbentuk singa sekarat, bertengger kokoh diantara kolam kecil. Monumen bagi 600 prajurit Swiss yang gugur dibantai revolusioner Perancis. Prajurit tak berdosa yang sebenarnya hanya berusaha melindungi istana.
Walaupun berhasil melarikan diri, raja dan ratu Perancis saat itu: Louis XVI dan Marie Antoinette, ditangkap atas tuduhan penghianatan dan mati dihukum penggal. Hari dimana Monarki berganti menjadi Republik. Peristiwa yang diingat sebagai Pemberontakan Tuileries 1792.
“The Lion of Lucerne is the most mournful and moving piece of stone in the world.”
- Mark Twain
- The monument of a dying lion carved in a rock face & dedicated to the 1792 Tuileries war heroes
- Open 24 hours
- Denkmalstrasse 4, 6002 Luzern, Switzerland
- Google Maps Location
Chapel Bridge
 |
| Walking in this place is recovery for my soul |
Jembatan kayu diapit oleh sungai berlatar pegunungan Alpine. Bangunan di sekelilingnya seakan bersinergi mempercantik kehidupan. Saya pun mengabadikan diri dengan anggun. Dunia harus tahu ketampanan saya disini.
Diantara jembatan panjang ini terdapat Water Tower, menara segi delapan setinggi 34 meter. Tembok kota yang pada abad ke-13, menjadi penjara dan ruang penyiksaan. Sosok Scarlett Johansson sedang diborgol, mendadak muncul di kepala.
 |
| The famous wooden bridge |
Kapellbrücke
- Landmark 1300s wooden bridge with grand stone water tower & a roof decorated with 17th-century art
- Kapellbrücke, 6002 Luzern, Switzerland
- Google Maps Location
 |
| Luzern is on the edge of a lake, with a striking alpine Panorama as a backdrop |
Jesuit Church
 |
| Sizable 17th-century church with baroque architecture |
Reuss River
Sinar matahari menembus pepohonan, menyinari bangunan cantik dari abad ke-14. Berefleksi diatas sungai Reuss, menciptakan siluet abstrak yang indah. This is the place where nature, architecture and culture meet. Keindahan kota tua yang menggoda.
Life goes slow in here. Kicauan burung sayup bersahutan. Disaat kaki lelah dan tak tahu mau kemana, saya duduk dan melamun di sisi sungai Reuss. Perhatian saya disedot oleh pemandangan danau dan angsa. Melihat gumpalan bulu ngambang ternyata menyenangkan.
Jiwa saya pun kemudian bernyanyi: 'Potong bebek angsa masak di kuali, Jomblo sudah lama nyesek tiap hari, serong kekanan serong kekiri, La la la la la la la...'
“The river is such a tranquil place, a place to sit and think of romance and the beauty of nature, to enjoy the elegance of swans.”
― Jane Wilson-Howarth, Snowfed Waters
 |
| Beautifully maintained Lake with swan floating freely in clean water |
Läderach
Begitu melihat tumpukan coklat, mata saya membesar seperti lensa kamera di-zoom. Mata saya liar menyapu tiap sudut. Saking banyaknya, jadi bingung. Semua kelihatan lezat, tapi ga mungkin diborong semua. Oppa bukan Paman Gober.
Although a bit pricey, the chocolate is worth to try. Swiss chocolate is always the best. Melts in your mouth and disappears like an angel.
- Swiss Chocolatiers at its best. One of the best chocolate and truffles in the world
- Weggisgasse 1, 6000 Luzern, Switzerland
- Hours: Senin - Sabtu 9AM–7PM, Minggu Libur
- Google Maps Location
CasaGrande & Gübelin
The best place for window shopping, ngilangin stress. Walaupun ga beli apa-apa, saya cukup senang melamuni nasib dan menatap kosong pada jam-jam yang terpajang. Swiss Watch!
Karena bukan kolektor jam Rolex, saya pun cuma beli Swiss Army Knife. Pisau lipat serbaguna yang ada gunting kuku, bukaan botol, dan gergaji mini. Mini namun multifungsi.
Reminder: Pisau lipat ini ga lolos sinar X, jangan masukin ke ransel kabin ya!
- In store shopping for souvenirs and watches
- Grendelstrasse 6, 6004 Luzern, Switzerland
- Hours: Senin - Minggu 10:30AM–6:30PM
- Google maps location
Walking around the town
 |
| Its cobbled center has winding lanes, medieval fountains and bright shopping street |
Melihat foto-foto liburan, membawa saya kembali pada petualangan. Pintu bagi jiwa berkelana, kala raga berdiam di rumah. Lorong waktu yang membangkitkan kenangan, terhanyut dalam kesenangan.
These days we're too focused on being safe that we forget how to have fun. Everything seems boring. We're desperate to get away. We have lost 2 year and we've been waiting for once-in-a-lifetime experiences. Urgensi untuk traveling semakin nyata.
Saya yakin, kita berada di akhir penantian. Tak lama lagi, pandemi berubah menjadi endemi, perekonomian membaik dan traveling memuncak. Tren dimana banyak orang berkata 'Inilah saatnya! Mari pergi dan rayakan kebebasan!'
“Gong hei fat choy! Let's do a virtual toast! The higher you toast, the higher your fortunes will grow!”
Comments
Post a Comment