Turkey Miaw-Miaw. Top 30 Things to do

Traveling is the perfect antiaging. Layaknya serum yang meremajakan jiwa, petualangan menawarkan element of surprise. Kejutan yang menghilangkan kejenuhan. Momen yang membuat dopamine kita kecipak-kecipuk. Keseruan yang membuat kita tersenyum dan berkata 'I'm in love with life!' 

Bahkan diakhir liburan, kita ga mau pulang, maunya digoyang. We had such a good time that we hate to think it's over.  

Namun bukan berarti kebahagiaan kita bergantung dari piknik. Jika sebelum berangkat kamu ga hepi, disana pun kamu ga bakal hepi. Jadilah Mister Hepi di rumah dan hepilah dimana pun kamu berada. When we're already happy, traveling makes us so much happier!

Saat ini oppa tidak kemana-mana. Sedang asyik menginvestasikan tiap pemasukan. Menunda kesenangan demi visi kemenangan. Membiarkan oppa di masa depan yang bersenang-senang. Everything meaningful takes time. 

Saat tak kemana-mana, oppa traveling dengan fantasi. Saat menyeruput ramen, oppa menyaksikan film Jepang. Oppa pun merasa sedang di Jepang. I bring the vacation to myself. It won't replace being there, but i can enjoy it anyway.

I will enjoy today without sacrificing my tomorrow. My suitcase can wait.

Exotic charms of Steve's Ayasofya.

Dengan setengah mangap, oppa tiba di Turki. Negara yang memukau dengan makanannya yang lezat, masjidnya yang cantik, alamnya yang menawan, dan hiruk pikuk kota yang mengasyikkan. Negeri dengan seni peninggalan Byzantine dan Ottoman. Kekayaan yang menyatu dalam tradisi timur dan modernitas barat. Keragaman yang serasi dan super yummy!

How to get around Turkey

Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya? *tertularcepmek *makin dibenci makin teringat. Sejak akhir 2021, Turki telah memberlakukan bebas visa bagi wisatawan Indonesia. Yeay!

Saat di Cappadocia, saya tur dengan bus wisata. Di Istanbul, saya numpak publik transport. Single tram dan Metro di Istanbul cukup efektif dan terjangkau. Walaupun kadang penuh sesak, kereta meluncur dengan cepat, ga terpengaruh macet. Kereta atas dan bawah tanah membawa saya ke berbagai destinasi menarik, melintasi Galata bridge, from Old Town into the New Town. 

Istanbul's single tram is a blessing, lacing the most interesting sightseeing. While often packs, it zips directly through the middle of town, unaffected by the traffic jams

Kamu bisa membeli kartu transportasi Istanbulkart atau single tickets di mesin Biletmatik yang tersebar di stasiun. Siapkan duit kecil, karena kebanyakan mesinnya hanya menerima uang pas. Gak bisa ngasi kembalian dan gak bisa pake kartu kredit. Info lengkapnya klik: Complete Guide to Public Transport in Istanbul

Single ticket: One ride costs 15 TL per person. There are also 2-ride tickets for 25 TL, and 3-ride tickets for 35 TL.

HVIST-16 (Taksim – New Istanbul Airport) schedule, 90 minutes, 48 km, 35 Turkish Lira - Havabus Taksim Station

Cara terbaik dari pusat kota menuju Istanbul airport adalah dengan Havaist Airport Shuttle. Kamu bisa membeli tiketnya langsung di bus stop yang ada di bandara maupun di pusat kota. Area pemberhentian dan info lengkapnya bisa klik disini: HAVAIST routes, timetables, and fares info. 

Resep untuk tidak telat ke bandara adalah berangkat lebih awal. Jangan sampai tiket pesawat yang dibeli, hangus sia-sia. Macetnya Istanbul kadang bikin aku kesal. Tiba-tiba aku melayang... *ehhmmmm fokus. 

Konon pembangunan jalur baru bandara Metro line M1 segera selesai. Pastinya akan mempermudah turis pulang-pergi bandara-kota dengan tepat waktu. 

Istanbul's Transportation & Sightseeing Map. Source: theistanbulinsider

Oppa menulis blog ini dikala senggang. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi tulalit. Nyari wangsit memang ga segampang nyari penyakit. Namun akhirnya, bakat oppa terlalu besar untuk dipendam *hakdezig.

Akhir cinta, selamat berwisata!

1. Ephesus Ancient City

The Library - the third largest of the Roman Empire. The facade is staggering, statues of woman celebrating the virtues of wisdom.

The ancient home of Ephisians. Kota metropolis abad ke-4, pusat kota Yunani yang dikuasai kekaisaran Romawi. Setelah kejatuhan Roma, kota pelabuhan ini dijarah secara bar-bar kuy. Menyisakan puing-puing kehampaan.

Artis utama dari reruntuhan ini adalah The Library of Celcus. Perpus ketiga terbesar kekaisaran Romawi. Fasadnya terlihat mengagumkan. 4 patung wanita raksasa memancarkan karakter uniknya: Sophia (Kebijaksanaan), Arete (Kebajikan), Ennoia (Kecerdasan) dan Episteme (Pengetahuan). 

Pantas saja wanita bernama Sophia selalu pengertian, berbeda dengan Sephia, kekasih gelapku.

The city's main street is lined with building in ruined state. Once a thriving seaport, the city was sacked by barbarians.


Nike! A goddess who personified victory in Greek mitology.


Hadrian's temple was built in the second century. Statues and Medusa's head on the porch said to protect the city from enemies.

Saya melewati jalan setapak yang dulunya dipenuhi bangunan sparta! Salah satu yang paling femes adalah Temple of Hadrian. Dibangun pada abad ke-2, monumen kepala Medusa ini dipenuhi ukiran simbolis. Konon arkeolog masih memperdebatkan makna yang tersirat. Legenda mengatakan, gadis berambut ular ini adalah dewi pelindung kota. Namun ada juga yang bilang dia sohibnya Badawaruhi, jin KKN di desa penari.

The ancient model of Oppasians at the ancient home of Ephisians. Pria yang menjadi bagian dalam sejarah kekuchingan.

Kucing traveling. Menurut legenda, kucing playboy ini hanya muncul sekali dalam sewindu.

CRASH LANDING ON CATS. Because animals make us happy-go-lucky. Bagi pecinta miaw, Turki merupakan surga. Sepanjang jalan dipenuhi kucing unyuu berbulu tebal. Kebanyakan mereka manja dan suka minta dielus *mirip gebetanmu. 

Menggerayangi miaw adalah sebuah privilege. Saya suka kasi cemilan ke kucing-kucing ini. Kadang mereka makan dengan heboh. Kadang mereka ngelus kaki sambil meow-meow, mungkin minta nambah.

A feature of any roman city was its theater. As this one houses 25,000 people.

Teater menjadi ciri khas tiap kota Romawi. Seperti stadion bola dengan tribun penonton disekelilingnya. Tempat pertunjukan yang pernah menjadi lokasi rasul Paulus berkotbah, mengajarkan orang Efesus untuk berhenti menyembah dewa buatan manusia.

Patung dewa Artemis menjadi industri besar di kota ini, bahkan dieskpor ke berbagai belahan dunia. Ketika menyadari pesan Paulus membahayakan bisnis mereka, sekelompok massa mulai membuat keributan. Bayangkan, di stadion ini ribuan orang berteriak dengan lantang 'How great is the Arthemis of Ephisians!' 

Demi keselamatannya, Paulus pun melarikan diri. Itulah kenapa dalam Alkitab, ada surat Paulus kepada Efesus. Pesan Paulus kepada jemaat untuk mencari 'sang penyelamat'. 

Once cultural heartland of ancient Greece. This magnificent roman ruins  blossomed as a Greek City in about the 4th century BC.

2. Pamukkale

The wondrous cotton castle that make an unforgettable view.

Tebing putih bertingkat-tingkat dengan kolam air hangat dan view yang menakjubkan. Aliran air diatas bebatuan menyisakan kalsium yang memutih dan mengeras. Menciptakan fenomena alam layaknya gurun salju. How magical! Ingin rasanya oppa mengepakkan sayap. Tak heran, UNESCO menjadikannya sebagai situs warisan dunia. 

Hati-hati saat melangkah, lychiiin... Saya sempet kepleset dan terjelembab. Sakitnya ga seberapa, malunya tak terkira. Sambil menahan pedih, oppa berusaha berdiri dengan macho. Walau dalam hati berkata 'sabar ya pantatku, yang penting kita selamat'. Lebih baik patah hati daripada patah tulang. Ga lucu kalo guling-guling meninggoy sampe kebawah. 

The water flowing over the rocks leave a calcium residue that whitens and solidifies, creating a wonderland of pools and terrace 

The glorious white cliffs of Pamukkale create a breathtaking scenery!

3. Devrent Imaginary Valley, Cappadocia

With or without hot air balloon, Cappadocia is bizarrely beautiful.

Cappadocia terkenal dengan lahannya yang eksotis, terutama formasi bebatuannya. Letusan gunung api berabad-abad, meninggalkan abu vulkanik yang mengeras. Membentuk kota bawah tanah yang membatu, macam rumah semut. Ikonik nan cantik!


While mainly Muslim today, Anatolia was Christian for 5 centuries before islam arrived. Early Christians had to hide from the Roman persecutions and Arab invasions. And the landscape around here provided the perfect hideout.


To conserve oxygen candle light was kept to a minimum. It must have been a long dark wait. But for me, it's back to fresh air and souvenirs.

Just to live free and true to your Christian faith. Imagine hiding out down here in cramped living spaces while people up there hunting you down. 

Daratan ini menjadi tempat persembunyian umat Kristen di abad ke-7. Berlindung dari penganiayaan bangsa Romawi dan invasi Arab. Demi menghindari prajurit pemburu, mereka rela tinggal di ruang bawah tanah. Hidup hanya dengan cahaya lilin dan setitik pengharapan. Berbahagialah kita yang hidup di era Milenial, bebas memeluk kesayangannya masing-masing.

Sekarang, lorong gelap ini dipenuhi dengan toko souvenir. Salah satunya patung lilin super unyu ini: 'The Whirling dervish'.

Whirling dervish figurine, The mesmerizing form of prayer. 
Mevlana's dervishes whirl themselves while raising one hand toward heaven, the other toward earth. One hand rises up as if to accept the love of God. The other goes down, showering the love of our creator on all humanity. 

As he whirl, the dervish transcends our material worlds, becoming conduit between the love of God and his creation.

-Rick Steves 

Cappadocia is famous for its exotic-looking terrain, especially these rock formations. Centuries of volcanic eruptions left huge boulders atop layers of hardened volcanic ash.

Mysterious Stone Boy, potret pria misterius dengan keindahan yang menenangkan

4. Mevlana Müzasi, Konya

The home of Mevlana, also known as Rumi. A 13th century philosopher who preached a message of love.

Kalo di masjid kita harus melepas alas kaki, disini kita boleh tetap mengenakan sepatu, namun harus dibungkus plastik. Yang perempuan, wajib menutup kepala dengan selendang. Ga perlu selendang sutra, cukup selendang yang dipinjamkan gratis di pintu masuk.

Under beautiful domes, the tombs of Mevlana, his family and earliest followers are venerated.

Rumah peristirahatan Mevlana, yang lebih dikenal sebagai Jalaluddin Rumi. Filsuf Muslim abad ke-13 yang mengajarkan banyak pesan cinta. Rumi memilah pesan Al-Qur'an menjadi lagu cinta yang sederhana. 

Rumi berkata: 'Saya mencari Tuhan di kuil, masjid dan gereja. 
Namun saya menemukannya di dalam hati.'

Di bawah kubah yang indah, Mevlana bersemayam. Beristirahat dengan keluarga dan murid terdekatnya. Bersama peziarah lain, saya melihat jejak peninggalannya dalam bentuk buku puisi dan salinan Al-Qur'an.


Di museum ini juga, saya bisa melihat kotak antik berisi janggut peninggalan Muhammad SAW. Banyak peziarah mendekatkan diri dan berusaha mencium harum yang keluar dari kotak ini. Aroma yang membawa Konya menjadi kota paling religius di Turki barat.

Makin tua makin ingin bergaya, sindrom puber ke-2

One of my favorite poets, Rumi Jalalud-Din, once wrote that:  
'Travel brings power and love back into your life.'


5. Bezirhane Seramik 

Passionate perfectionism. This ceramic making skills were handed down from the Ottomans.

Budaya Turki terbentuk oleh sejarah yang kompleks. Yunani kuno dan Romawi Barat membawa masuk adat dan kebiasaan Kristen. Kemudian Muslim Seljuk dari Timur, mengakhiri kekuasaan Byzantine. Terakhir, Ottoman menginvasi dan memerintah sampai Perang Dunia I. Ada 3 percampuran budaya sebelum Ataturk mendirikan Republik Turki. 

Di toko keramik ini, saya melihat peninggalan Ottomans dan proses pembuatannya. Pottery kayak di film Ghost. Bedanya ga ada adegan mesra, cuma bapak tua yang bersahaja. Sambil nonton, saya minum apple tea anget yang diberikan secara gratis. Kemudian saya tur keliling toko, melihat berbagai kerajinan tangan berpola geometris dan bernuansa biru. 

Harga disini boleh dibilang ga bersahabat. Pintar-pintarlah mencari barang murah yang kelihatan mahal. Dengan begitu, dompetmu akan bahagia dan orang yang kamu belikan akan tetap terharu.

The Turkish Evil Eye. It has a fascinating superstition. It is believed that it can repel evil spirits and keep you safe from harm.

Jimat mata jahat. Konon jika menggantungnya di mobil, kamu akan terlindung dari kecelakaan. It's all about protection. Kamu juga bisa memakainya saat bertemu mantan. Supaya kamu tidak terjebak di masa lalu.

6. Utopia Cave Cappadocia Hotel


Di hotel ala castle ini, saya menikmati keheningan Cappadocia. Tapi entah kenapa, oppa susah tidur nyenyak. Ada perasaan asing yang menyeruak. Bolak-balik badan, merem melek, nge-blank, repeat. Bobo-bobo ayam. Oppa memang susah tidur di tempat baru, kecuali di hotel bintang enam *hakdezig. Tapi kalo seharian udah kecapekan, keterasingan pun kalah oleh rasa kantuk.


Selain view rooftop-nya yang cantik, kolam renangnya juga antik, ada di goa bawah tanah! Disini kamu juga bisa nyobain Turkish Bath, pijat sabun ala Asia Tengah dan Romawi. Kamu akan dimandiin dan dipijat-pijat sampe ketiduran. Relaksasi yang menghaluskan kulit dan memperlancar peredaran darah. Kamu pun jadi lebih muda 50 tahun.

Turks brought the steam bath with them from central Asia, blended in with the Roman bath culture.

7. Tüz Gölü Salt Lake, Ankara

Potret pria cemerlang yang mengikat tali sepatu tanpa usaha

Siang itu, matahari bersinar terik meski dingin terasa menggigit. Bus kami berhenti di sebuah surga, pinky salt paradise! Danau luas sejajar horizon yang tak terbatas, seakan menyatu dengan langit. Airnya begitu bening bak kaca, merefleksikan awan di permukaannya. 

Tempat terindah untuk mencurahkan hati dan berteriak sekeras-kerasnya. Go screaming and daydreaming!

Lake Tuz was the second largest lake in Turkey with its 1,665 km² surface area

8. Anitkabir, Ankara

Pose menolak gosong. I stand before the tomb of Ataturk, honoring the father of the Turks.

Museum sekaligus makam pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk. Saya menyusuri aula museum yang menceritakan heroiknya Ataturk dalam Perang Dunia Pertama. Pemimpin militer yang berjasa mengusir sekutu, menggulingkan kesultanan Ottoman, dan menyelamatkan Turki dari penjajahan Eropa.

Sebagian orang menganggapnya sebagai Tuhan, namun tak sedikit yang membencinya. Di tahun 1923, Ataturk meruntuhkan sistem kerajaan yang korup dan membangun fondasi demokrasi modern. Memisahkan masjid dan negara, menghapus institusi khalifah, membebaskan wanita untuk beremansipasi, mengganti huruf Arab dengan Alphabet, dan memperkenalkan industrialisasi ala barat.

The memorial site is grandiose with formal guard giving visitors a sense of patriotism.

Berkat reformasi progresifnya, ia dijuluki sebagai the founding father. Keberhasilannya memajukan Turki tak terbantahkan. Berkat dia, kita bisa menikmati Turki yang sekarang. Patriotisme warga pun terlihat hingga saat ini. Ketika lagu kebangsaan diperdengarkan, mereka diam dengan sikap sempurna, layaknya penjaga dengan senjata laras panjang.

Semasa hidupnya, Ataturk merupakan pecinta alkohol dan kopi. Dia bisa menghabiskan puluhan gelas sehari. Tak jauh beda dengan Oppa yang suka meneguk kopi susu. Pantas saja kharismanya 11-12.

9. Pide - Turkish Pizza

A Turkish Pizza is called PIDE. You can choose the toppings! Diced meat, minced meat, or cheese and eggs.

Dalam perjalanan darat ke Istanbul, kami berhenti untuk makan malam di mol Highway Outlet AVM. Saya pun penasaran nyobain Pide, pizza khas turki. Toppingnya terlihat menggoda, kombinasi beef cincang dan keju. Ena tapi ga ena-ena banget *review yang bener woi! 

Mungkin karena saat itu saya kekenyangan, makan pizza bareng Burger King. Di perut oppa ada 2 lemak nakal lagi bersenda gurau.

10. Bosphorus Cruise, Istanbul

A cruise offers panoramic charms of Istanbul's old and new town. The point where East meets West.

After so much sightseeing, i'm sailing away! 

Pemandangan Istanbul dari atas laut begitu mengesankan. Sepanjang perjalanan, kami melewati jembatan Galata, memberi makan burung di udara, dan menyaksikan kapal pesiar wara-wiri antar benua. Ya, Istanbul merupakan satu-satunya kota di dunia yang terbentang di 2 benua, Asia dan Eropa.

Dikala angin terasa dingin, menyantap indomie milik teman, cukup menghangatkan. Seperti kata pepatah, seorang teman akan mentraktirmu makan, namun hanya seorang sahabat yang akan menghabiskan makananmu.

The Bhosphorus-Man, superhero that linking the Black sea and the sea of Marmara

Istanbul bridges Europe and Asia. The dramatic bridge to span two continents.

11. Hagia Sophia

Hagia Sophia meant 'Holy Wisdom'. The best look at ancient Constantinople.

'Universal temple' yang 700 tahun lebih tua dari Notre Dame. Didirikan oleh kaisar Byzantine, Justinian di awal abad ke-6. Yang kemudian dijadikan gereja oleh Enrico Dandolo di tahun 1204. Dan pada akhirnya diubah menjadi masjid oleh Sultan Mehmed di abad ke-15. Kini, Ayasofya menjadi rumah termegah bagi umat Muslim dan Kristiani. 

Begitu masuk, mata saya terpana dengan mulut yang menganga. Autopilot menatap pada kubah besar yang dikelilingi 40 jendela oval. Matahari menyusup cantik menyinari marmer dan mosaik keemasan. Puluhan chandeliers berkilauan diantara medali raksasa bertuliskan 'Allah dan Muhammad'. Sungguh spektakuler!

Marvel at Byzantine domes. The biggest dome anywhere until the cathedral of Florence was finished during the Renaissance 900 years later.

Golden Mosaics cover the entrance to the church. Built by the Byzantine emperor Justinian in the early 6th century, it was later converted into a mosque by the conquering Ottomans.

In mosques, rather than saints and prophets, you'll see geometrical designs and calligraphy. 
While artist from Christian Europe focused on painting and sculpture of the human form.

12. Eating Simit, Roasted Chestnut and Fresh grilled Corn

Who doesn't like street food? Roasted corn is fresh and it's good value.

Selama disini oppa suka jajan. Bukan sembarang jajan. Melainkan jajanan di tenda dan gerobak pinggir jalan. Ada jagung bakar, kastanye panggang, hingga roti simit. Semuanya enak dan terjangkau. 

Yang agak unik adalah chestnut. Kachang panggang gede berwarna coklat. Crunchy-crunchy seret di tenggorokan.

Yang paling oppa suka adalah SIMIT! Bagel bertabur wijen. Crusty on the outside, fluffy in the middle. Ah seandainya didalem rotinya ada butter kayak di Jerman, pasti lebih maknyus!

Circular shaped bread with lots of sesame seeds. 

13. Hafiz Mustafa Baklava

Baklava comes with the infinite combinations of honey bunny yummy!


I live for the flaky, gooey and nutty sweetness of a perfect Baklava. Kebalikan dari mau meninggal, sehabis makan ini makin mau hidup. I chew it slowly, the creamy salty sweet an oaky nuttiness. Suddenly i disappeared into my sanctuary. Nikmatnya mengguncang. Ya oppa memang berlidah manis.
Eating help me relax, because when i eat, i can't think about anything else

I wandering a dessert stuffed with samples of Turkish delights

Turkish delights comes in a variety of flavors but the most favourite of the Turks is Pistachio.

14. Sultanahmet Square

I am arguably gorgeous from certain angles. My uncle puppy face!

Berjalan kaki mengitari taman begitu menyegarkan. Suara air mancur tumpang-tindih dengan keramaian. Tempat yang sempurna untuk duduk santai memperhatikan gadis mancung berlalu-lalang. Mengomentari dalam hati dandanan mereka yang nyentrik hingga brewok yang antik.  


Karena saat itu sedang ada renovasi, Blue Mosque ditutup sementara. Saya cukup bahagia mengagumi eksteriornya. Arsitektur 6 menara yang menyaingi Masjid Agung di Mekkah. The holiest in all islam! 

Tak melihat, namun mendengar. Suara adzan berkumandang melalui loudspeaker dari puncak menara. Panggilan umat beriman untuk sholat dan mengucap 'Allah akbar, God is great'.
The blue mosque was the 17th-century triumph of Sultan Ahmet I. Architectury with its 6 minarets, it rivalled the great Mosque in Mecca.

15. Topkapi Palace

Built in the late 15th century, this was the power center of the Ottoman empire for almost 400 years.

Kompleks Sultan yang sesungguhnya. Disinilah selama 400 tahun, kesultanan Ottoman menjalankan pemerintahannya. Istana dengan arsitektur yang menakjubkan. Tempat dimana Sultan bersama istri, selir dan anak-anaknya menikmati kemewahan. Hidup memang lebih menyenangkan kalo kita having fund. 

Saya menyaksikan kejayaan tersebut dimuseumnya. Diantara pekarangan yang begitu luas, terdapat berbagai ruangan yang menyimpan koleksi seni maha tinggi. Ada zamrud seukuran bola golf hingga belati yang dihiasi berlian. Tajir melintir, bukan sultan-sultanan. Sayangnya di dalam ga boleh foto. Jadi kamu harus melihat sendiri kekayaan Ottoman dengan mata telanjang.

Kekuasaan yang harus berakhir pada abad ke-19. Kekaisaran Ottoman runtuh akibat pemerintahan yang korup dan kepemimpinan yang buruk.

I enter the vast and opulent rooms with its fine art collections. The place where the sultan relaxed, entertained and savored the sumptuous of luxury his power provided.

Istana ini juga menyimpan peninggalan penting Islam. Terdapat tongkat Nabi Musa, pedang dan busur peninggalan Muhammad, hingga kotak berisi gigi dan helai rambut sang Nabi. Tertata rapi bersama furnitur dan interior yang berkelas.

The Fountain of Sultan Ahmet III. This palace represents the pinnacle of Ottoman power.

16. The Galata Tower

The Galata Tower (Tower of Christ) by Genoese, the highest point of the city

Menara batu abad pertengahan yang menjadi titik tertinggi kota Istanbul. Menurut Legenda, sepasang kekasih yang naik ke puncak menara ini, akan menyatu dalam pernikahan. Sakinah Mawaddah Wahribut.

17. Kumpir - Turkish baked potato at Patatos


Mereka menyebutnya dengan Kumpir, Mekdinya Turki. Junk food yang sehat, kentang raksasa-nya dikukus, dibelah dan diisi cheese, butter and fresh salad. It's hot and buttery smooth. Asem-asem nagih!

18. Double Steak Sandwich at Nusr-Et #saltbae

Double Steak Sandwich 330TL - Quite expensive but worth it! The steak is so delicious

Perjalanan nyobain makanan enak itu seperti mencari hati yang baru. Seperti kencan dengan berbagai tipe karakter dan latar belakang. Ada yang matching ada yang jual mahal. Salt Bae termasuk tipe yang jual mahal tapi ena. Namun ga worth it dicoba berkali-kali. Bangkrut bos! 

Bagian luar sandwichnya crunchy, dagingnya juicy hingga meleleh di mulut. Ngeri-ngeri sedap!

19. Taksim Square 

The monument shows the 2 sides of Ataturk: The military hero of the war and Civilian Atatürk, the first president of modern Turkey, surrounded by figures representing the proclamation of the Republic.

Alun-alun kekinian kota Istanbul yang menjadi pusat transporasi terminal bus, metro, dan tram. Bundaran kota yang ditandai dengan kemegahan patung bapak Turki modern, Mustafa Kemal Ataturk. Jika Turki bisa semodern sekarang, itu semua berkat dia. Pahlawan militer perang dan Presiden pertama Republik Turki.

20. Istiqlal Caddesi

Explore the fine old architecture. A reminder that Istiqlal street was home to the city's western-looking elite in the 19th century.

A red trolley travels the length of the city's mainshopping Boulevard. The touristy scene that sells exotic range of products. You'll find everything a sultan could want.

The city's best mainshopping Boulevard. I lose myself in a sea of people. Jalan lurus yang menstimulus hasrat berbelanja! Sepanjang mata memandang, barang branded menerawang. Deretan pertokoan yang dulunya rumah bagi warga elit dan konsulat internasional.

Disini, saya menemukan apapun yang Sultan inginkan. Saffron, pashmina, karpet, keramik, perhiasan, turkish delights hingga minyak zaitun. Pantas saja kota yang dulunya disebut Konstantinopel ini, menjadi pusat bisnis, budaya dan sejarah terbesar Turki.

Hung out at Istiklal street until nearly midnight. It's teeming with people lined with shopping temptations and showy street food. The lively cosmopolitan neighborhood!

21. Santa Maria Draperis

I wake up early and go straight to this church, enjoy the lovely morning to the full


Walaupun 99% warga Turki adalah muslim, Roman catholic church tetap bersinergi harmoni dengan sekelilingnya. The place where people of all faiths share the same joy. Makin religius justru makin toleran, bukan sebaliknya. Seperti lirik lagu Michael Franti:

'Love is too big for just one nation and God is too big for just one religion.'


22. Dondurma - Turkish Ice cream

No trip to Istanbul complete without trying their Dondurma. It looks good, it feels good

Jajanan penuh drama! Es krim yang sebelum disantap, kamu harus dikerjain dulu. Maestro gelato akan mempertontonkan keahliannya mengelabui pelanggan. Kamu akan diputer-puterin, diberi harapan, digeal-geol baru dikasi hepi ending. 

Berbeda dengan mantanmu, digoyang-goyang lalu dicampakkan. *so dark

Sama seperti di Roma, gelato favorit saya adalah Pistachio. Kebuntalan kacangnya meleleh di mulut. Nikmatnya kenyol-kenyol! Saat menjilatnya, oppa seperti bocah yang terlahir kembali. Bocah tua dalam masa pertumbuhan.

Selain gelato, saya juga nyobain Boza, Lahmacun, Raki, Entil Soup, Turkish Coffee, et cetera. Ya, makan merupakan salah satu pengeluaran terbesar oppa saat traveling. 

Raki, an alcoholic drink made of twice-distilled grapes and anise. The national drink of Turkey

23. Kamondo Stairs


I wander this city until my feet hurt. Asyik berjalan kaki menggendong ransel, blusukan layaknya Dora The Explorer.

24. Arab Mosque and Mahmut Pasa Camii

As a city which is over 90% Muslim, Istanbul is the best place to visit historic mosques

25. Antakya Restaurant

Doner means revolving. The meat is cooked on a rotating spit so that the outside of the meat becomes crispy while the inside remains juicy.

Sebuah foto Adana Kebab di Google, sukses membawa saya mampir kesini. Daging domba cincang panjang di panggang dengan arang. Sluurrrrppp...

Karena tampilannya yang meyakinkan, dengan semangat berapi-api namun tetap slay, oppa mengambil pisau dan memotong dagingnya. Lalu dengan garpu di tangan kiri, menusuknya dan memasukkannya ke dalam mulut. Mengunyahnya dengan efek slow-mo. Gulppp... so tasty!

Walau sedikit keasinan, oppa memakannya sampai bersih. Masih banyak orang Afrika yang kelaparan.  Apalagi kalo teringat akan bill. Jangan sampe udah bayar mahal gak diabisin.

26. Karakoy

Colorful umbrellas, fragrant eateries, and insistent shopkeepers. Explore the lively cosmopolitan neighbourhood.

In this neighborhood, The tempo of life is slow enough. I stand still for a moment and take a picture. Ga ada yang spesial, cuma payung warna-warni buat background foto instagram-able.

27. Adana Wrap - Doner Kebab at Dürümzade

Adana Durum Special Meat - 35TL.  Beef & lamb meat, tomatoes, green peppers, garlic, salt and pepper, parsley leaves all marinated together before cooking over pita bread. It tastes like magic! So juicy and perfectly seasoned. Definitely recommend!

Berbeda dengan kebab baba rafi, Doner kebab ini berukuran tambun. Lapisan roti pitanya tebel, isi dagingnya ga pelit. Campuran beef and lamb meat-nya begitu empuk dan bikin oleng. Sakau daging! Sekarang saya tahu mengapa Antony Bourdain merekomendasikan tempat ini.

28. Bağdat Avenue

My favorite way to experience Urban Istanbul is simply to hike the entire length of this main pedestrian boulevard, immersed in fascinating sea of people

Menelusuri shopping street ini menenggelamkan saya dalam lautan manusia yang mempesona. Turki merupakan negeri dengan 1000 wajah. Tempat meleburnya etnis Turki, Kurdi, Armenia, Yahudi, Yunani, Georgia, dan Gipsi. Campuran beragam manusia dalam sejarah yang hidup berdampingan.

'Setiap tamu adalah berkat dari Tuhan', begitulah kepercayaan bangsa Turki. Keberagaman yang membuat Turki makin istimewa. Sembari ngopi di pinggir jalan, saya memperhatikan mereka. Mulai dari yang berhijab dan sampai yang eksentrik, yang brewokan maupun yang shaving. Beda dengan Korea yang mukanya sama semua.

Apple Bagdat Caddesi. It's dynamic island well worth experiencing.

Having lunch at Divan Pub Erenköy

29. Grand Bazaar & Mahmut Pasha Bazaar

A crossroads of imitation goods. A melting pot of cheap stuff, from traditional to the very latest.

Pasar fashionista yang dipenuhi dengan pemilik toko yang memaksa. 

The street offers an enticing parade.

30. Nuruosmaniye Mosque

Turkey is a mighty nation whose heritage muslim tradition and western ways are coming together beautifully

Nuruosmaniye Mosque memiliki arti 'The light of Osman' mengacu pada cahaya yang masuk dari banyaknya jendela Masjid. Masjid indah abad ke-18 yang dibangun Sultan Mehmet I dan diselesaikan Sultan Osman III. Keindahan barok yang mengawali era baru Ottoman. 

Comments

  1. Opps selalu sukses membuat tertawa, paling bahaya kalau baca artikel gini di tempat umum, cekikikan sendiri dibalik masker hahahah

    ReplyDelete
  2. Thanks a lot oppa, udah buat saia senyum² tipis nan manis saat baca tulisan oppa. Sambil berimajinasi traveling ke Turkey.

    ReplyDelete
  3. Hmm ada gambaran nih kl ntr ke turkey.. semoga lancar sampai hari H nnti.. gomawoooo 💦💦

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

One day in Lucerne